<aside> 🎨 Halo!

</aside>

Nama Saya Otong Sigit.

Saya seorang Arsitek yang bekerja Konsultan sekaligus Kontraktor untuk Proyek skala mengah keatas, seperti Pembangunan Rumah tempat tinggal, Villa, Cottage, dll. dari sejak tahun 2007 sampai saat ini.

Aku tidak pernah bercita-cita menulis web/ blog seperti ini tentang penyembuhan diri. Yang kutahu, dulu aku sering gelisah tanpa sebab. Napas ku pendek, tidurku tak pernah nyenyak, dan perutku sering sakit saat pikiranku penuh. Aku pernah berp ikir itu semua wajar—bagian dari “orang dewasa yang tangguh.” Tapi lama-lama tubuhku bicara. Ia tak bisa lagi memikul luka yang kupendam dalam diam.

Dari titik itulah Titirah lahir. Bukan dari bangku kuliah atau pelatihan resmi, tapi dari pengalaman merangkak keluar dari gelapnya trauma, anxiety, GERD, dan insomnia. Setiap gerakan dalam metode ini aku temukan dari waktu mengikuti terapi dan banyak belajar dari medsos.

Saya pernah mendengar satu kalimat tapi saya lupa siapa orang tersebut karena saking banyaknya saya search self healing di beberapa medsos bahwa tubuh kita ciptaan tuhan sangat cerdas. Ia mampu menyembuhkan dirinya sendiri—dengan caranya sendiri. Asal kita bersedia mendengarkannya, memberinya ruang, dan tidak terus menekannya.

Keyakinan ini ternyata sejalan dengan prinsip keilmuan Timur, terutama dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM). Dalam TCM, tubuh dianggap sebagai sistem energi yang saling terhubung. Ketidakseimbangan emosi bisa melemahkan organ. Sebaliknya, harmoni dalam pikiran dan gerak bisa menguatkan jiwa dan raga. Qi—energi kehidupan—mengalir di dalam kita, dan saat alirannya terhambat, muncullah penyakit.

Titirah bukanlah pengganti medis modern, tapi jembatan untuk menyatukan logika Barat dan kebijaksanaan Timur. Ia adalah jalan pulang lewat tubuh.

Aku bukan guru. Aku hanya seseorang yang sudah pulang ke dirinya sendiri, dan ingin mengajakmu berjalan bersama.

Buku ini bukan janji kesembuhan instan. Ini adalah undangan. Undangan untuk percaya lagi pada tubuhmu sendiri. Untuk memberi ruang bagi luka yang ingin dilepas. Untuk menjemput pulang bagian-bagian dirimu yang hilang—perlahan, lembut, dan sadar.

Mungkin kamu belum percaya. Tak apa. Aku juga dulu tidak. Tapi tubuhku kini bicara lain. Dan semoga setelah membaca ini, tubuhmu juga akan mulai bersuara.

Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi para pembaca dan semoga segala upaya membuahkan hasil yang gemilang.

Gemini_Generated_Image_5cr4m75cr4m75cr4.png

Tentang Saya

Setiap manusia pernah mengalami masa gelapnya sendiri. Ada yang tampak di permukaan: kehilangan pekerjaan, hancurnya relasi, tubuh yang sakit. Tapi ada pula yang tak terlihat: hati yang kering, pikiran yang lelah, jiwa yang kehilangan arah.

Pengalaman sendiri….

Pada Bulan Juni 2023 dulu saya juga sama seperti anda ;